Ultherapy Prime: Advancing Non-Invasive Skin Lifting for Face and Body
Ultherapy Prime
- Anjani
- 10 Jul 2026
Ultherapy Prime: Advancing Non-Invasive Skin Lifting for Face and Body
dr. Anjani Larasati - Rassure Murni Teguh Pejaten
Ultherapy Prime merupakan generasi terbaru dari teknologi microfocused ultrasound with visualization (MFU-V) yang dikembangkan untuk peremajaan dan pengencangan kulit secara non-invasif. Teknologi ini merupakan pengembangan lanjutan dari Ultherapy® klasik yang telah lama dikenal sebagai standar emas dalam non-surgical skin lifting. Dengan peningkatan pada aspek visualisasi, presisi energi, dan kenyamanan pasien, Ultherapy Prime memperluas peran terapi ultrasound tidak hanya pada wajah dan leher, tetapi juga pada area tubuh tertentu.
Secara prinsip kerja, Ultherapy Prime menggunakan energi ultrasound terfokus mikro yang dihantarkan ke kedalaman jaringan spesifik tanpa merusak lapisan permukaan kulit. Energi ini menciptakan zona koagulasi termal mikro yang terkontrol pada dermis dalam dan superficial musculoaponeurotic system (SMAS). Proses ini memicu respons penyembuhan alami tubuh berupa neokolagenesis dan remodeling kolagen, yang pada akhirnya menghasilkan efek lifting dan tightening kulit yang bertahap dan tampak alami.
Keunggulan utama Ultherapy Prime dibandingkan perangkat HIFU lainnya adalah keberadaan real-time ultrasound visualization. Fitur ini memungkinkan dokter untuk melihat secara langsung lapisan anatomi target, mulai dari epidermis, dermis, jaringan lemak subkutan, hingga SMAS, sebelum dan selama penghantaran energi. Dengan demikian, energi dapat diarahkan secara presisi ke lapisan yang diinginkan, sekaligus menghindari struktur penting seperti pembuluh darah besar, saraf, dan tulang. Hal ini meningkatkan keamanan tindakan serta konsistensi hasil klinis.
Ultherapy Prime juga menghadirkan peningkatan teknologi pada transduser dan sistem pemetaan energi, sehingga distribusi panas menjadi lebih seragam. Kedalaman penetrasi yang tersedia telah terstandarisasi, umumnya 1,5 mm untuk dermis superfisial, 3,0 mm untuk dermis dalam, dan 4,5 mm untuk SMAS. Untuk indikasi tertentu pada tubuh, kedalaman yang lebih besar dapat digunakan untuk menargetkan jaringan yang lebih dalam, seperti pada area abdomen atau lengan atas yang mengalami skin laxity pasca penurunan berat badan.
Dari sisi indikasi klinis, Ultherapy Prime digunakan untuk lifting alis, pengencangan wajah bagian tengah dan bawah, perbaikan kontur rahang, pengencangan leher dan submentum, serta perbaikan garis dan kerutan pada décolleté. Pada tubuh, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mengencangkan kulit pada area dengan kelonggaran ringan hingga sedang, seperti lengan atas, perut, dan area di sekitar lutut. Hasil klinis umumnya mulai terlihat dalam 2–3 bulan pasca tindakan dan dapat terus membaik hingga 6 bulan, seiring dengan proses pembentukan kolagen baru.
Keamanan Ultherapy Prime telah didukung oleh pengalaman klinis panjang dari platform MFU-V sebelumnya. Efek samping yang paling sering dilaporkan bersifat ringan dan sementara, meliputi eritema, edema, rasa nyeri tekan, atau parestesia ringan. Dengan visualisasi real-time dan protokol energi yang terkontrol, risiko komplikasi serius relatif rendah bila tindakan dilakukan oleh praktisi terlatih yang memahami anatomi wajah dan tubuh secara mendalam.
Dalam konteks praktik estetika modern, Ultherapy Prime menempati posisi sebagai modalitas non-invasif premium bagi pasien yang menginginkan hasil lifting yang natural tanpa downtime signifikan dan tanpa tindakan bedah. Teknologi ini juga sering dikombinasikan dengan modalitas lain, seperti injeksi collagen stimulator, skin booster, atau radiofrequency, untuk mencapai hasil rejuvenasi yang lebih komprehensif.
Sebagai kesimpulan, Ultherapy Prime merepresentasikan kemajuan signifikan dalam teknologi skin lifting non-invasif. Dengan kombinasi energi ultrasound terfokus dan visualisasi real-time, Ultherapy Prime menawarkan presisi, keamanan, dan efektivitas yang tinggi untuk peremajaan wajah dan tubuh. Pendekatan ini menjadikannya salah satu pilihan utama dalam tata laksana skin laxity pada era estetika berbasis bukti.
Referensi
- White WM, Makin IR, Barthe PG, Slayton MH, Gliklich R. Selective creation of thermal injury zones in the superficial musculoaponeurotic system using intense ultrasound therapy: a new target for noninvasive facial rejuvenation. Arch Facial Plast Surg. 2007;9(1):22–29.
- Alam M, White LE, Martin N, Witherspoon J, Yoo S, West DP. Ultrasound tightening of facial and neck skin: a rater-blinded prospective cohort study. J Am Acad Dermatol. 2010;62(2):262–269.
- Fabi SG, Goldman MP. Retrospective evaluation of microfocused ultrasound with visualization for lifting and tightening of the face and neck. J Drugs Dermatol. 2014;13(11):1337–1344.
- Suh DH, Oh YJ, Lee SJ, Ryu HJ, Kim HJ, Lee JH. Safety and efficacy of microfocused ultrasound for noninvasive skin tightening. Dermatol Surg. 2015;41(4):469–476.
- FDA. 510(k) Premarket Notification: Ulthera System. U.S. Food and Drug Administration; 2009.
- Gold MH, Heath AD, Biron JA. Clinical efficacy of microfocused ultrasound with visualization for skin tightening and lifting: a review. J Clin Aesthet Dermatol. 2021;14(5):E61–E67.